PROMOSI CITRA POSITIF POLISI MELALUI KAOS SABLON DAN POLO SHIRT

Nampaknya kerja keras humas Kepolisian Republik Indonesia untuk memperbaiki citra diri Polisi di mata masyarakat mulai membuahkan hasil. Dan nampaknya media branding, promosi dan penegasan identitas melalui kaos sablon dan polo shirt sangatlah efektif digunakan sebagai medium penyampai.

Demam memakai kaos sablon dan polo shirt Turn Back Crime tengah mewabah di masyarakat. Melalui kaos sablon dan polo shirt Turn Back Crime, kepolisian nampaknya tengah merubah citra dirinya menjadi lebih positif di tengah gempuran citra negatif yang sering dilakukan oleh oknumoknum polisi nakal.

Dengan dibantu gempuran media, Satuan Kepolisian yang dimotori oleh Kombes Krishna Murti sebagai Dirkrimum telah membuktikan kinerjanya dan menghasilkan citra positif di mata masyarakat. Tayangan media yang menampilkan aksiaksi heroik Polisi yang tengah bertugas dengan menggunakan kaos bertuliskan Turn Back Crime berhasil merebut hati masyarakat. Satu persatu kasus demi kasus berhasil diselesaikan oleh Krishna Murti dan jajarannya. Kasus yang paling menyedot perhatian publik adalah ketika Sarinah diancam aksi terorisme. Pada tayangan televisi dan media sosial lainnya, masyarakat disuguhi oleh aksi heroik Kepolisian yang nampaknya sudah dibranding menggunakan kaos Turn Back Crime guna melumpuhkan aksi terorisme tersebut. Dan akhirnya aksi Turn Back Crime nya Kepolisian berhasil mematahkan serangan terorisme tersebut. Tepukan tangan dan apresiasi positif pun mengalir kepada pihak Kepolisian secara deras.

Usaha sadar ataupun tidak sadar yang dilakukan oleh Kepolisian dalam menarik simpati publik guna menciptakan tren citra positif melalui kaos nampaknya cukup berhasil. Barometer keberhasilan ini nampak nyata dari banyaknya masyarakat sipil yang bangga membeli dan menggunakan kaos bertulisan Turn Back Crime tersebut. Kesaktian tulisan Turn Back Crime sebagai bentuk kampanye yang mengajak masyarakat untuk juga turut serta memerangi kejahatan menemukan momentumnya dengan sebaran luas melalui kaos yang digunakan oleh kepolisian. Gayung bersambut dan para vendor sablon kaos pun ramairamai memproduksi kaos tersebut guna memenuhi permintaan pasar yang melonjak tinggi. Maka tak heranlah bila kita saat ini seringkali melihat masyarakat sipil yang menggunakan kaos tersebut.

Kebanggaan masyarakat dalam menggunakan kaos Turn Back Crime tersebut juga diapresiasi oleh Kapolri Badrodin Haiti. “Tidak ada yang melarang itu, justru kita mensosialisasikan supaya apa pemikiran di masyarakat kita, itu menjadi satu dasar mengingatkan pada kita bahwa kejahatan harus dicegah dan diberantas,” tegas Kapolri.

Dan nampaknya media branding, promosi dan penegasan identitas melalui kaos sablon dan polo shirt sangatlah efektif digunakan sebagai medium penyampai. Semoga kebanggaan menggunakan kaos bertuliskan Turn Back Crime sejalan pula dengan kesadaran masyarakat yang turut bertanggungjawab pula untuk meredam aksi kejahatan. Masyarakat berkesadaran hukum semoga bisa tercipta sejalan dengan menjamurnya pemakaian kaos Turn Back Crime ini.