DESIGN KAOS SABLON SEBAGAI SEBUAH RUANG PUBLIK

Ketika kita membicarakan Ruang Publik atau public sphere, Jurgen Habermas akan didaulat sebagai orang yang pertama kali mencetuskan gagasan ini. Habermas adalah seorang filsuf kelahiran Jerman, gagasan tentang ruang publik ini ia kemukakan  dalam bukunya Strukturwandel der Öffentlichkeit; Untersuchungen zu einer Kategorie der Bürgerlichen Gesellschaft. Edisi bahasa Inggris buku ini, The Structural Transformation of the Public Sphere: an Inquiry into a Category of Bourgeois Society, diterbitkan pada 1989. Dalam bukunya tersebut Ia mengemukan bahwa  ruang publik merupakan media untuk mengomunikasikan informasi dan juga pandangan. Dan pada perkembangan selanjutnya, Ruang Publik ini kemudian merembes kepada bukan saja ruang yang berbentuk fisik saja, namun juga kepada media massa, media sosial dan saluran komunikasi lainnya yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan mengenai hal apapun di dalam masyarakat. Pada poin terakhir inilah sebuah design pada kaos sablon yang berisi gagasan pembuatnya menemui fungsinya sebagai sebuah ruang publik. Kaos Sablon yang berisi design mengenai gagasan terhadap hal yang ingin dikomunikasikan oleh pembuatnya kepada publik bertransformasi menjadi sebuah alat komunikasi sehingga ruang publik dapat tercipta antara pembuatnya yang terwakili oleh pemakai kaos . Ia bisa berupa apa saja; mulai dari gagasan mengenai Identitas, gagasan mengenai pilihan politik, alat perlawanan terhadap hal yang tidak sesuai hingga media dakwah dan hal lainnya.

Kaos sablon adalah medium komunikasi melewati konsep design yang tersablon padanya. Medium kaos sablon ini secara sadar menjadi pilihan untuk menyampaikan gagasan oleh pembuatnya karena kaos sablon tidak mengenal status sosial, usia dan gender pemakainya. Karena sifatnya yang universal inilah maka kaos sablon dirasa mampu menembus segala sekat sehingga gagasan yang ingin disampaikan kepada publik memiliki spektrum penyebaran yang luas. Sifatnya yang cassual membuat kaos menjadi pilihan fashion yang sangat digandrungi oleh masyarakat; khususnya anak muda. Saat ini kita banyak temui designdesign kaos sablon yang memuat sebuah gagasan yang memang diniatkan untuk menyampaikan suatu gagasan. Perkembangan teknologi yang maju pesat pada saat ini ikut mendorong pula terciptanya generasi milinea yang sangat sadar terhadap perkembangan politik, ekonomi hingga urusan sosial yang menarik untuk mereka komentari dan memberikan gagasannya terhadap halhal tersebut.

Perkembangan teknologi pulalah yang mendorong juga perkembangan tehnik design yang sangat cepat, sehingga gagasan yang ingin mereka sampaikan melalui konsep designnya saat ini tidak melulu melalui design yang berupa katakata saja, konsep design saat ini telah beragam. Konsep simbol melalui tehnik design saat ini banyak kita temui pada banyak kaos sablon. Perkembangan tehnik design inilah yang membuat sisi artistik sebuah kaos sablon sangat menarik sehingga banyak digandrungi oleh konsumen; khususnya anak muda.

Terbukanya ruang publik melalui sisi artistik sebuah kaos sablon, membuat banyak anak muda saat ini sangat melek terhadap situasi nasional maupun Internasional. Dengan caranya sendiri, anak  muda saat ini sangat responsif terhadap banyak hal; tentunya dengan cara yang lebih kreatif. Kreativitas yang menggabungkan antara sisi idealisme dan sisi bisnis ini membuat banyak anak muda bisa berkreasi sekaligus turut berperan serta untuk terus kritis terhadap hal apapun namun mereka juga bisa menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

Dengan banyaknya saluran ruang publik yang terbuka dengan varian mediumnya akan semakin menciptakan pula partisipasi dari banyak kalangan warga negara untuk turut serta mengawasi halhal sosial dan politik. Kemerdekaan dalam ruang publik juga akan menciptakan kekuatan opini publik sehingga informasi dapat terserap hingga ke banyak lapisan masyarakat sehingga tidak ada dominasi  dari hanya satu golongan saja terhadap sebuah informasi. Maka pada gilirannya sebuah konsep berdemokrasi pada sebuah negara; khususnya Indonesia akan semakin berkembang dan dapat memenuhi citacita bersama para pendiri bangsa ini; keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sesuai dengan Opus Magnumnya Habermas; Kehidupan publik demokratis hanya berkembang subur, manakala institusi-institusi memungkinkan warga negara, untuk memperdebatkan masalah-masalah yang menjadi kepentingan publik. Habermas menggambarkan jenis ideal dari “situasi bicara ideal” (ideal speech situation), adalah ketika para aktor secara setara dibekali dengan kapasitas wacana, mengakui persamaan sosial dasar antara satu dengan yang lain, dan pembicaraan mereka tidak terdistorsi oleh ideologi atau salah pengenalan (misrecognition).

Tertarik untuk menyampaikan gagasan anda mengenai banyak hal yang tentunya dengan cara yang positif melalui kaos sablon? So, just say with t-shirt and speak up your idea!