Cinta; potensi energi dalam bisnis

Menjalani sesuatu yang kita sukai tentunya sangatlah menyenangkan, apapun hal tersebut. Tak pernah lelah dan tak kenal waktu. Ternyata rasa suka dan cinta terhadap sesuatu memiliki potensi energi yang sangat besar jika kita mulai menyadarinya. Kekuatan cinta akan menepis rasa lelah ketika kita menjalaninya, bahkan selanjutnya kita akan rela berkorban demi hal yang kita cintai tersebut. Nah, jika rasa cinta itu selanjutnya kita salurkan dan kita aplikasikan kepada bidang bisnis; tentunya akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.
Menjalani bisnis dengan rasa gembira karena cinta kita terhadap bisnis tersebut, akan menciptakan keinginan keras agar bisnis kita tersebut mencapai kesuksesan. Siapa yang tidak mau jika hal yang kita sukai ternyata dapat menghasilkan sesuatu yang berharga, yaitu keuntungan berupa uang. Sudah menjalaninya dengan senang, dapat menghasilkan pula.
Ternyata banyak para pengusaha sukses yang mampu memanfaatkan energi cinta dan suka pada bisnis yang digelutinya. Maka tidaklah heran jika mereka mampu berdiri pada posisi puncak dengan tersenyum lebar. Sebut saja misalkan Hj.Wafronah Basir (78) pemilik Dapur Cokelat, yang kini masih aktif memproduksi aneka cake & bakery. Hj.Basir begitu beliau disapa menuturkan awal mula membangun usaha pembuatan cake & bakery berawal dari hobi.
Saya termasuk orang yang hobinya memasak dan membuat roti, lama-lama saya berinisiatif untuk menjual roti-roti tersebut dipasar, karena responnya bagus maka keterusan sampai sekarang,” terang Hj.Basir tentang awal mulanya menggeluti dunia roti.
Atau satu contoh lagi, bagi anda pecinta film. Tentunya, film “Pursuit Happines” yang diperankan oleh Will Smith tak luput anda nonton. Nah, adalah seorang Chris Gardner yang ternyata merupakan tokoh asli yang cerita hidupnya menjadi latar belakang film tersebut. Chris, menjalani hidup pahit seperti yang diceritakan dalam film tersebut. Ia kehilangan istri, hidup menggelandang, dan segala kepahitan hidup telah ia rasakan. Namun rasa cinta terhadap bidang marketing dan semangat tanpa menyerahlah yang akhirnya menghantarkan ia kepada kesuksesan dan menikmati rasa manisnya hidup setelah hidup sebelumnya memberikan ia rasa pahit. Kini ia merupakan milyarder pemilik Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham yang sukses.
Rasanya cukuplah sudah kisahkisah para tokoh yang berhasil menjadikan rasa cinta terhadap bisnisnya dan menjadi sumber energi tak terbatas yang mampu menghantarkan mereka pada titik kesuksesan.
Maka ketika berbicara rasa cinta, tak terlalu berlebihan kiranya untuk kita menganalogikannya dengan rasa cinta kita kepada seseorang yang kita cintai. Seperti halnya ketika kita mencintai seseorang maka langkahlangkah yang kebanyakan dilakukan oleh orang untuk mengejar cintanya adalah:
1. Meyakinkan diri kita bahwa ia memang layak kita cintai.
2. Mencoba mencari tahu segala hal tentang orang yang kita cintai.
3. Berusaha untuk sesering mungkin bertemu dengannya.
4. Mempelajari karakter orang tersebut.
5. Berjuang untuk mendapatkan cintanya.
6. Berkorban segala hal agar orang tersebut mau menerima cinta kita.
7. Setelah mendapatkan cinta dari seseorang tersebut, kita haruslah merawat hubungan cinta itu agar bertahan lama bahkan kalau bisa selamanya.
8. Selalu ada rasa rindu ketika berjauhan.
Dari sini dapatlah kita sadari dan kemudian kita aplikasikan dalam merumuskan langkahlangkah untuk membangun bisnis yang mau kita geluti.
Langkahlangkah untuk memulai menumbuhkan cinta kepada bisnis kita, kurang lebih sebagai berikut:
1. Mulailah menentukan kirakira obyek apa yang kita cintai dan mau kita jadikan bidang bisnis.
2. Setelah kita yakin terhadap obyek tersebut, maka kita akan mencari tahu segala hal tentang obyek tersebut. Dalam usaha kita mencari tahu tersebut, maka pada gilirannya kita akan mampu membuat strategi tehnis yang dapat kita terapkan dalam bisnis kita.
3. Daya tahan dan upaya yang konsisten dalam mencari tahu dan terus mempelajari segala aspek dalam bisnis kita itulah yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam hal sukses atau tidaknya bisnis kita.
4. Setelah segala informasi kita dapatkan mengenai bisnis tersebut, maka kita akan mulai mengenal karakter dari bisnis kita tersebut. Mengenal karakter bisnis pada gilirannya akan membuat kita mampu membaca peluangpeluang yang dapat kita ciptakan.
5. Seperti halnya mencintai seseorang, maka jatuh cinta kepada bisnis pun menuntut perjuangan dan pengorbanan agar bisnis kita mencapai kesuksesan.
6. Menjaga dan terus berpikir serta tak lelah menciptakan strategi mutakhir agar bisnis yang sedang dijalani senantiasa berkembang.
Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah begitu mudahnya berbisnis? Cukup hanya dengan rasa cinta sajakah?
Dan jawabannya adalah, Tidak.
Karena setiap cinta kepada seseorang yang kita perjuangkan tentunya akan menghasilkan dua jawaban, kita diterima atau cinta kita ditolak. Begitu pun dalam menjalani bisnis. Tidak sedikit orang yang gagal dalam bisnisnya, tapi ingat juga bahwa tidak sedikit pula orang yang berbahagia dengan kesuksesan bisnisnya. Kisahkisah sukses seseorang mungkin akan menimbulkan semangat dan menjadi inspirasi kita.
Namun ingatlah bahwa dalam cerita kesuksesan mereka, selalu terselip kisahkisah pahit dan kegagalan. Apa yang membedakan orang yang sukses dengan orang yang gagal dalam bisinis hanyalah tentang keyakinan dan daya tahan. Orangorang sukses memiliki keyakinan dan daya tahan dalam memperjuangkan cintanya. Mereka keras kepala dan terus menerus mencoba ketika kegagalan menerpa mereka. Karena mereka yakin bahwa cinta mereka terhadap bisnis tersebut sangatlah layak untuk diperjuangkan dan mereka seperti kehilangan sebagian dari dirinya ketika jauh dari hal yang mereka cintai tersebut. Mereka akan mengorbankan apa saja untuk menciptakan agar bisnis mereka tetap berkembang. Ketika kita sudah dimabuk cinta maka rasa lelah, bosan ataupun sikap mengeluh tidak akan kita rasakan.
Mulailah menjalani bisnis dengan penuh rasa cinta, karena kita akan senantiasa bahagia layaknya para pasangan yang sedang dimabuk cinta manakala mereka dapat senantiasa berdekatan. Walau rasa marah senantiasa mengintai, atau pun rasa jenuh juga sering kita temui. Namun rasa itu akan sirna karena besarnya rasa saling cinta terhadap pasangannya. Di tengah banyaknya pertanyaan yang timbul untuk meragukan cinta mereka, sang pecinta akan selalu dapat menemukan satu jawaban yang akan kembali menguatkan keyakinan mereka terhadap kekuatan cinta.
Maka mulailah mencari dan memperjuangkan cinta dalam bisnis kita. Hanya ada satu saran bagi anda, yaitu mulailah mengungkapkan rasa cinta tersebut dan perjuangkanlah.
(PS)